Di Penghujung Jalan

Sebenarnya apa tujuan Tuhan menciptakanku kedunia ini? Apa Dia hanya ingin menyiksaku dengan penyakit ini?

Kalau saja seandainya bunda ada di sini, aku ingin ia membacakan untukku cita-cita yang aku tulis di buku harianku, aku ingin mendengarnya meski cita-cita itu hanya angin surga yang pernah aku tulis.Read More »

Iklan

Kapan Terakhir Anda Menangis?

bacaqurannangis-2

Kapan terakhir anda menangis? Ya, pertanyaan melangkolis dan cengeng yang seharusnya tak diperuntukkan kepada kaum lelaki. Sebab yang sering menumpahkan air matanya adalah kaum wanita. Sebenarnya setetmen tersebut tidaklah benar kalau kita merujuk kepada petunjuk Al Qur’an dan sunnah Nabi saw. Bahkan menangis termasuk ibadah bila dilandaskan kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi, apabila menangis yang terjadi semata-mata- karena takut kepada Allah swt. di dalam al-Qur’an jelas disebutkan.Read More »

A Week at Home (Monday, Sungai Kapuas)

Meski pun baru membeli karcis seharga 30 ribu-an menuju seberang, menuju kecamatan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, menuju kampung dimana tembuniku di tanam, dimana aku merasakan airnya yang sejuk, merasakan belaian udaranya, merasakan didikannya. Aku sudah merasa anginya sudah menyambutku dan mengucapkan salam kepadaku.

Seseorang dengan kulit hitam, tidak bergitu tinggi, wajahnya kasar, rambut yang keriting bergelombang, memaki-maki orang di depannya, dia menarik kerah baju orang yang tampak jauh lebih muda darinya. Pemuda itu hanya bisa menunduk dan sesekali meminta maaf. Tapi tetap saja dia tidak mau melepaskan tanganya dari pemuda tersebut. “Kau! Uda untung aku jadikan anak buah aku, aku kasi kau kerje, malah duet aku titip kan kau makan semue, anak kampang be kau nih!” Ucapnya dengan logat melayu. Pemuda itu pun pergi, tapi dia tidak puas dengan hanya memaki, “Anak kampang! Jangan kabur kau kalau aku lagi ngomong, kampreet.” Makinya dengan logat melayu yang kental.Read More »

Muslim Dadakan

0848101Tarawih-Istiqlal780x390Saat senja mulai terbenam di ufuk barat, Sya’ban tersenyum mekar menyambut Ramadhan. “Marhaban ya Ramadhan” sabdanya. Senja itu terus berdoa semoga amalannya di bulan yang telah berlalu diterima oleh Sang Maha Rahman dan Maha Rahim.

Al-hamdulillah, Ramadhan masih berkenang menemuiku. Tak ada yang paling aku khawatirkan kecuali saat-saat dimana aku tak bisa lagi bersua dengan Ramadhan. Sebab, tak ada bulan yang lebih mulia kecuali di bulan ini. Sungguh merugilah diriku kalau aku hanya terpaku dan terdiam membisu tanpa memuja dan meminta ampunan.Read More »

BUNDA

Bunda….

Maafkanlah aku….

Andai aku diberi waktu…

Ku ingin menghapus peluhmu…

Tapi, apakah waktu itu masih ada….

Hanya maaf bunda yang menyertai langkahku…

*****

Bunda, mengapa awan begitu gelap, aku tak bisa melihat bintang tersenyum, begitu juga rembulan, angin malam tak lagi mau menyapaku. Aku terkurung dalam kesunyian tak bernyawa.

Bunda, bagaimana kabar bunda? Doaku untuk bunda, semoga bunda selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya. Aku sangat merindukan bunda malam ini, rindu anakmu ini sudah menari-menari menerobos gelap malam, di antara kedap-kedip bintang, dan di antara sinar rembulan. Anak laki-lakimu ini sedang menetesakan air matanya, sekali lagi ia begitu merindukanmu. Anakmu sekarang tak sekokoh dulu, ia sudah rapuh diterpa angin zaman, dahulu sebelum dia meninggalkan rumah dia berjanji akan bertahan dan berjuang, ia juga berjanji tak akan pernah menitikkan air mata untuk dunia, tapi cobalah bunda tengok sekarang, ia menjadi seperti seekor anak ayam kecil terpisah dari kawanannya.Read More »

A week at Home

Suara Bilal dari ujuang toa di puncak ketinggian Uhud mengetuk Raja kegelapan “Asshalatu khairum mina an-naum…Asshalatu khairum mina an-naum” Sunyi Insan enggan bersuara, hanya menyisakan alam yang terus bertasbih menghantarkan Malaikat subuh menuju ar-rafiqul a’ala. Subuh itu, hawa sejuk menemani langkahku menuju mushallah di depan rumah, azan tak pernah sunyi mengajak manusia menuju Tuhannya di puncak subuh, tapi sepertinya suara tersebut hanya sia-sia belaka, sebab hanya beberapa batang hidung yang muncul.Read More »

Sofa di Depan Kos Jilid 2

Aku kembali lagi, untuk kedua kalinya aku menulis di atas sofa bopeng bau. Masih ditemani kopi sachet ABC, satu sachet tak cukup buatku, aku baru puas kalau minun 2 sachet. Aku tak suka kopi hitam asli, itu membuat tenggorokanku batuk, juga berakibat mataku tak dapat aku pejamkan semalaman. Kopi yang pas buatku yaitu kopi ABC White Coffe. Ehem, bukan promosi ya? Kalau ada yang mau merekrutku sebagai bintang iklan, *aku pikir-pikir dulu* Uuuuuhhhhh….Read More »

Loe, Gue, Friend!!!

What’s up bro!!! Ketemu lagi nih ma gw, moga loe nggak bosan baca coretan gw di sini. Loe pasti uda tau kan gw mau nulis apa? Sebenarnya sih judul di atas hasil plesetan dari LOE, GUE, END yang sempat hit di tanah air, bahkan jadi lagu dan film. Memang gaul sih, tapi berbahaya kalo kalimat ini diucapkan oleh pasangan suami istri, “Beb, loe, gw, end” hal ini bisa bisa berdampak hukum THALAQ menurut ulama. Dari pada “Loe, Gue, End” mending kita ganti, “Loe, Gue, Friend” gokil kan???Read More »

Move On Yuuuk!!!

How can I move on, when I’m still in love with you?-A man who can not be moved-

Ayo guys ngaku siapa yang cengengesan denger lagu di atas? Loe pasti bilang “Iiih gw bingiitt!!!” Siapa yang kalo malam gak bisa mejamin mata galau mikirim mantan? Stalking twitter mantan, masih sering kepo jejaring sosial mantan? Tuh tanda kalo loe masih nggak bisa move on. Cinta tuh bray kayak angkot, lama-lama ngetemin penumbang di seberang jalan yang belum tentu mau naik.Read More »

Doaku Untukmu

doa1

Doa sunyi yang kau tumpahkan di atas sajadah panjang adalah cara terbaik menyalurkan rindumu padanya.

“Maafkan diriku yang bodoh ini, aku yang telah menyakitimu melalui tulisanku. Aku yang mengenalmu dari setiap coretanmu tanpa mengenal wajahmu. Aku kirimkan doa kecilku semoga untaian-untaian doa ini kuasa menebus langit dan berharap didengar oleh Rabb Sang Pengabul doa hamba-Nya yang fakir.

Aku terus sujud melebur dalam gelap gulita, sunyi menikmati munajat cinta kepada Sang Maha Kasih, tak terasa air mata mengalir dari mata yang penuh dosa memandang keindahan dunia yang dihiasi keraguan dan syubhat. Demi cinta dan kasih, aku meminta kepada Sang Maha kasih tuk mengabulkan doa-doa kecilku.Read More »

Membangun Akal Raksasa dengan Kecerdasan Qur’ani

Bacalah!

Oleh: Shalih Hasyim

DALAM episode sejarah kehidupannya, sekalipun Muhammad dipersiapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala selama empat puluh tahun lamanya untuk menjadi komunikator-Nya, terbukti belum cukup. Segudang pengalaman, meliputi pengalaman spiritual, psikologi, diplomasi, pekerja sosial, militer, parenting, pemimpin, figur publik, tidak memadai sebagai modal untuk dijadikan problem solving dalam menterapi patologi sosial yang menjangkiti bangsanya pada stadium akut.

وَوَجَدَكَ ضَالّاً فَهَدَى

“Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.” [QS. Adh Dhuha (93) : 7]

Lihat pos aslinya 1.552 kata lagi

Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Terhadap Jasad Fir’aun

Bacalah!

Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay[1] mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. Ini merupakan pertanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala saat berfirman,

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS.Yunus:92]

Lihat pos aslinya 2.939 kata lagi